Jika Anda masih bingung membuat ukuran minimal atau maksimal tebalnya epoxy untuk bangunan, pada artikel ini akan dijelaskan panduan mengenai cara menentukan ketebalan epoxy lantai. Simak langkah-langkahnya sebagai berikut.

Berapa Standart Ukuran Ketebalan Epoxy Lantai pada Umumnya?

Anda perlu melakukan pengecatan lantai untuk menjaga dan menambah ketahanannya. Ketebalan cat epoxy sebenarnya bisa diukur melalui sisi bangunan itu sendiri. Anda bisa melihat ketebalannya dari sisi samping beton serta permukaan yang ada.

Pada umumnya, standart ketebalan epoxy lantai berkisar antara 300-500 mikron dan 1-2 mm saja. Adanya pengecatan tersebut akan menambah daya tahan bangunan Anda. Maka, jangan pernah beranggapan bahwa proses ini akan merusak serta rentan terhadap goresan.

Ukuran epoxy 300-500 mikron atau setara 0,3-0,5 mm, bisa Anda terapkan ketika dalam kondisi pengecatan ulang. Biasanya bisa digunakan untuk keperluan ruangan yang terkena beban teknis sehingga membuat bangunan semakin kuat daya tahannya.

Untuk ukuran 1000 sampai 2000 mikron atau 1- 2 mm ini, biasa disebut epoxy self leveling. Lapisan ini memang terbilang cukup tebal. Hasil yang bisa Anda dapatkan pun juga pastinya semakin bagus dan tentunya dengan ketahanan maksimal pula.

Beberapa Kategori Ketebalan Epoxy Lantai

Cara menentukan ketebalan dalam epoxy lantai yaitu dengan mengkategorikan beberapa lapisan cat dalam tahap pengecatan sesuai posisi dan kebutuhan bangunan. Simak beberapa penjelasan berikut supaya memudahkan langkah Anda untuk proses selanjutnya:

1. Pelapis Lantai Tipis

Untuk tahap awal, sebaiknyaAnda harus menggunakan pelapis lantai tipisini sebelum menuju langkah berikutnya. Ukurannya berkisar antara 0,3 hingga 0,5 mm atau 300 sampai 500 mikron dan didalamnya terdapat komposisidua lapis cat termasuk jenis lapisan primer.

Jika Anda mencari lapisan epoxy lantai untuk muatan berat, jangan menggunakan pelapis tipis ini. Karena dampaknya akan membuat bangunan menjadi lecet atau retak. Sebagai solusinya, gunakan ketebalan 1-2 mm dengan campuran pasir kuarsa supaya tahan lama.

2. Pelapis Lantai Self Leveling

Kategori pelapis lantai selanjutnya adalah dari jenis self leveling. Epoxy ini cukup tebal, dengan memiliki ketebalan antara 2 hingga 3 mm. Karena didalamnya terdapat banyak lapisan, sehingga menjadikannya tahan terhadap keretakan maupun kerusakan yang lainnya.

Pada dasarnya, pelapis lantai self leveling ini termasuk dalam golongan abrasi kimia berat.Biasanya digunakan untuk lapisan di tempat maupun bangunan-bangunan industri. Umumnya, pelapisan lantainya menggunakan epoxy setebal 3 mm atau hampir 3000 mikron.

Cara Menentukan Ketebalan Epoxy Lantai di Area Permukaan

Untuk mengetimasi kebutuhan epoxy lantai yang akan digunakan, Anda harus mempertimbangkan area permukaannya terlebih dahulu. Ukurlah sisi-sisi bangunan dengan mengalikan data dari hasil penjumlahan satu sama lain.

Setelah mengetahui jumlah antar sisinya, Anda juga perlu menghitung ketebalan secara signifikan. Langkah pertama ialah dengan mengukur jarak dari dasar lantai ke yang sudah jadi. Draft floor sendiri biasanya berupa slab beton berbentuk lebih kuat dan kokoh.

Proses selanjutnya adalah menghitung luas serta kualitas lantai. Apabila kondisinya banyak yang tidak rata, maka kebutuhan epoxy pun juga akan semakin besar. Sebagai solusi dalam menyelaraskan permukaan, Anda bisa menggunakan bantuan semen atau poliuretan.

Setelah proses melakukan perhitungan area permukaan selesai, baik dari sisi ketebalan sisi serta luas maupun kualitas ruang bangunan, maka Anda akan bisa menentukan kebutuhan sebagai langkah lanjutan dalan proses epoxy lantai dengan baik dan benar.

Menghitung Campuran untuk Kebutuhan Epoxy Lantai

Bahan-bahan campuran yang digunakan untuk kebutuhan epoxy lantai sendiri sebenarnya ada dua jenis, yaitu bahan kering dan juga polimer. Keduanya tentu saja dilakukan melalui tahapan berbeda sesuai dengan situasi serta kondisi bangunan Anda.

Ketika menggunakan bahan kering, Anda perlu mengisi permukaan yang tidak rata supaya menjadi sejajar. Jangan memakai lapisan lebih tebal karena akan menyebabkan kerusakan. Untuk perhitungan campuran, gunakan perbandingan 150 kg gypsum dengan 220 kg semen.

Selanjutnya, untuk campuran polimer. Disini, Anda bisa menggunakan teknologi multilayer yang menyediakan 2 sampai 5 lapisan. Serta juga dapat menambahkan epoxy lantai 3D dengan tambahan lapisan priming, pelindung, serta dekoratif.

Dalam menghitung campuran untuk kebutuhan epoxy lantai, gunakanlah bahan-bahan material berbeda dan memiliki kualitas bagus. Supaya nantinya permukaan yang dihasilkan pun akan terlihat benar-benar sempurna dan mengkilat secara maksimal.

Untuk mendapatkan perhitungan yang akurat, maka Anda bisa memperhitungkan keseluruhan indikator serta ketentuan dari masing-masing bahan serta ukuran sesuai. Sehingga kebutuhan epoxy lantai dapat terealisasi dengan baik dan benar.

Setelah mengetahui cara menentukan ketebalan epoxy lantai sesuai perhitungan yang benar, maka diharapkan tidak akan terjadi kesalahan dan Anda pun pasti terhindar dari adanya kekurangan material serta kerusakan selama proses berlangsung.

Baca Juga : Kontraktor Epoxy Lantai Malang Terbaik

Konsultasi & Survey Gratis
Ingin di Survey Gratis Oleh Spesialis Epoxy Kami? Hubungi Kami di Telp / Whatsapp