Kebocoran pada dak beton atau dinding kamar mandi seringkali bukan disebabkan oleh kualitas produk yang buruk, melainkan kesalahan dalam analisa waterproofing sejak tahap perencanaan. Banyak kontraktor atau pemilik rumah yang hanya mengira-ngira jumlah bahan, sehingga aplikasi menjadi terlalu tipis (di bawah standar pabrik) demi menghemat anggaran. Akibatnya? Bocor berulang dan biaya perbaikan yang jauh lebih mahal.
Dalam dunia konstruksi, akurasi data adalah raja. Oleh karena itu kami akan membedah secara teknis bagaimana melakukan analisa waterproofing Sika, khususnya menggunakan produk standar industri SikaTop®-107 Seal.
Kami akan mengupas tuntas mulai dari koefisien bahan, analisa harga satuan pekerjaan (AHSP), hingga simulasi perhitungan RAB agar proyek Anda anti-boncos.