Ketahui Cara Menggunakan Waterproofing Atap Dak Beton yang Benar
Waterproofing dak beton merupakan salah satu prosedur yang banyak dilakukan saat ini untuk memperkuat struktur dak beton.
Jika masih penasaran dengan proses pelapisan dak beton dan apa saja bahan-bahannya, yuk simak ulasan lengkapnya berikut ini.
Bahan Waterproofing Dak Beton
Sebelum membahas lebih detail mengenai cara menggunakan waterproofing atap dak beton yang benar, Anda harus mengetahui bahan-bahan yang digunakan. Saat proses waterproofing dak beton supaya kedap air, biasanya terdapat 7 jenis bahan yang digunakan.
Ketujuh jenis bahan atau material yang digunakan dalam proses ini diantaranya lembaran waterproof, semen fleksibel, acrylic polymer, dan PVC. Selain beberapa bahan tersebut, ada juga bahan lain yang digunakan, yaitu kristalisasi pembuat beton waterproof, swellable waterstop dan tambahan beton.
Dalam proses waterproofing, lembar waterproof berfungsi untuk membuat permukaan atap dak beton tahan terhadap air.
Semen dan acrylic polymer berfungsi untuk membuat dak beton tahan terhadap bahan kimia, berbagai zat organik, dan perubahan cuaca.
Bahan PVC (Polyvinylchloride Waterstop) berfungsi menahan air masuk ke dak beton lewat sambungan.
Selanjutnya ada bahan kristalisasi pembuat beton waterproof, tambahan beton, dan swellable waterstop yang berfungsi untuk menghentikan kebocoran sambungan.
Selain itu, beberapa bahan waterproofing ini juga berfungsi untuk meningkatkan sifat waterproof di struktur beton.
Jenis waterproofing terbaik untuk dak beton
Saat menjalankan proses pelapisan waterproofing untuk memperkuat dak beton terdapat beberapa jenis waterproofing yang bisa digunakan. Berikut beberapa jenis waterproofing terbaik yang recommended untuk digunakan:
Integral Waterproofing
Integral waterproofing menjadi jenis waterproofing berkualitas yang sangat mudah dan cepat untuk diaplikasikan di atap dak beton.
Integral waterproofing sangat mudah menyatu dengan beton dan bisa menolak air dari segala sisi beton secara menyeluruh.
Selain memiliki proses pengaplikasian yang mudah dan cepat, jenis waterproofing ini juga cukup tahan lama. Integral waterproofing tidak perlu diganti setiap 15 tahun, karena kerusakan hanya terjadi jika ada keretakan atau kegagalan sambungan.
Jika terjadi kebocoran, Anda bisa langsung memperbaiki langsung ke sumber kebocoran dengan metode injeksi grouting.
Waterproofing Membran
Waterproofing membran adalah jenis waterproofing terbaik untuk dak beton pertama kali dikembangkan dan banyak digunakan saat ini.
Pada waterproofing membran, biasanya struktur atap dak beton akan dilapisi dengan lapisan karet yang dicampur dengan propilena dan etilena.
Perlu diketahui bahwa, jenis waterproofing ini biasanya bisa bertahan sekitar 10 hingga 15 tahun dan setelahnya membutuhkan penggantian membran.
Selain itu, waterproofing membran memiliki proses pengaplikasian yang cukup lama dan perawatan yang lebih rumit.
Waterproofing Coating
Selanjutnya ada waterproofing coating yang dalam penggunaannya menggunakan bahan polymer berbentuk cat untuk bisa melindungi permukaan struktur beton.
Tidak hanya memperkuat struktur beton, jenis waterproofing ini juga bisa digunakan melindungi tangki dan bak berbahan karet atau plastik.
Flashband Self Addhisive
Flashband Self Addhisive merupakan jenis waterproofing atap dak beton yang dilakukan dengan menempelkan lembaran Flashband di dak beton.
Lembaran pelindung dak beton ini biasanya terdiri dari beberapa lapisan, seperti lapisan cat penutup, aluminium, dan beberapa lapisan lain. Jenis waterproofing yang satu ini bisa digunakan untuk melindungi atap dak beton dan lantai.

Cara Waterproofing Dak Beton
Setelah mengetahui apa saja bahan dan jenis waterproofing atap dak beton, selanjutnya Anda bisa memulai proses pengaplikasian material waterproofing.
Proses pengaplikasian ini bisa dilakukan melalui beberapa tahapan penting. Berikut tahap cara waterproofing atap dak beton yang harus dilakukan supaya bisa mendapat hasil yang maksimal.
1. Bersihkan Permukaan Dak Beton
Tahap pertama yang harus dilakukan adalah, bersihkan permukaan dak beton yang akan dilapisi dengan material waterproof. Pastikan bahwa bagian atap dak beton sudah benar-benar bersih, bebas dari debu atau kotoran.
Proses pembersihkan ini dilakukan supaya nanti material waterproof yang diaplikasikan bisa melekat dengan sempurna. Supaya bagian atap dak beton bisa bersih maksimal, Anda bisa menggunakan kape gagang atau sikat saat membersihkannya.
2. Aplikasikan Fungcidal Wash
Tahap kedua, setelah membersihkan permukaan dak beton, bersihkan juga bagian bawahnya dengan mengaplikasikan fungcidal wash.
Fungcidal wash merupakan cairan yang digunakan untuk membersihkan bagian bawah dak beton atau plafon rumah dari jamur yang menempel.
3. Gunakan Cat Primer
Setelah itu, Anda bisa melaksanakan tahap ketiga, yakni mengaplikasikan cat primer di bagian dak beton yang akan dilapisi waterproofing.
Cat primer atau cat dasar ini berfungsi untuk mengikat sisa debut dan kotoran, serta meningkatkan daya lekat waterproofing.
4. Aplikasikan Bahan Waterproofing
Tahap keempat, aplikasikan bahan waterproofing atap dak beton pada bagian yang ingin dilindungi dari bahaya rembesan air. Aplikasikan material kedap air ini secara merata di seluruh bagian permukaan dak beton supaya tidak terjadi kebocoran.
Tidak hanya mencegah kebocoran, material waterproofing juga bisa membuat dak beton tahan terhadap bahaya perubahan cuaca.
5. Pastikan Dak Beton Tidak Bocor
Tahap terakhir yang perlu dilakukan saat proses waterproofing ini adalah pastikan dak beton sudah dalam kondisi sempurna atau tidak bocor.
Lakukan proses pengecekan permukaan dak beton sebanyak dua kali, lalu cek juga bagian saluran air. Pastikan saluran air dalam keadaan bersih dan bersihkan secara berkala untuk menghindari adanya genangan air pemicu kebocoran.
Analisa Waterproofing Dak Beton
Dalam melaksanakan proses waterproofing untuk memperkuat dak beton, Anda perlu menganalisis beberapa hal penting. Hal penting yang perlu dianalisis saat melakukan waterproofing dak beton adalah jumlah dan harga untuk setiap material dan pekerja.
Dalam mengaplikasikan waterproofing tentu Anda membutuhkan berbagai bahan dan juga alat untuk mempermudah proses ini. Tidak hanya itu, Anda juga membutuhkan para pekerja profesional untuk mengaplikasikan waterproofing di dak beton.
Karenanya, lakukan analisa terlebih dahulu supaya proses pengerjaan bisa berjalan lancar.
Keunggulan Menggunakan Waterproofing Pada Dak Beton Dibandingkan Cat Tembok
Saat dak beton mengalami kebocoran terdapat 2 jenis material yang dipilih masyarakat untuk mengatasinya, yakni waterproofing dan cat tembok.
Tidak sedikit masyarakat yang masih bingung dengan apa keunggulan pengaplikasian waterproofing daripada cat tembok di dak beton.
Penggunaan waterproofing bisa membuat dak beton bisa lebih awet, karena tahan terhadap air dan perubahan cuaca.
Penggunaan cat tembok bisa membuat dak beton terlihat lebih menarik, namun tidak bisa menjaga kualitas struktur dak beton.
Waterproofing biasanya bisa menutup retak rambut pada dak beton, sedangkan cat tembok hanya bisa menghilangkan noda akibat kebocoran/perubahan cuaca.
Bisa disimpulkan bahwa, waterproofing lebih unggul dibandingkan cat tembok, karena bisa menjaga kualitas dak beton secara maksimal.
Demikian informasi lengkap mengenai waterproofing dak beton, mulai dari bahan hingga keunggulan yang bisa didapat. Semoga informasi ini bisa bermanfaat dan membantu Anda untuk mengenal lebih jauh tentang proses pelapis atap dak beton.
tag: cat anti bocor untuk dak beton, pelapis anti bocor untuk dak beton
