Dalam proses pengecatan epoxy, lantai akan mengalami beberapa tahapan. Adapun tempat-tempat yang sering memanfaatkan epoxy, yakni perkantoran, pabrik, mall, rumah sakit, dan lainnya. Melalui epoxy, lantai pada berbagai bangunan tersebut akan berubah menjadi semakin kuat dan aman. Kebersihan pun selalu terjaga, lantaran lantai selalu mengkilap.

 

Tahapan Proses Pengecatan Epoxy

Pada umumnya, tahapan proses pengecatan epoxy lantai terbagi ke dalam beberapa langkah. Pertama, tentu harus ada lantai yang akan dikenai epoxy. Permukaan lantai pun akan mengalami berbagai metode penghalusan sesuai kondisinya masing-masing.

Yang sering digunakan adalah pengamplasan lantai atau diamond grinding. Tidak hanya sampai disitu, persiapan substrat juga dilangsungkan untuk membentuk adhesi antara substrat dengan produk epoxy yang akan dilapiskan.

Tahap selanjutnya, lantai akan dibersihkan dan disterilkan. Tujuannya, agar tidak ditemui debu serta residu di atas permukaan lantai yang menghambat proses epoxy. Sebab, ketika permukaan lantai tidak bersih, maka ada kemungkinan munculnya debu dan residu yang dapat melemahkan adhesi lantai, sehingga fungsi dari epoxy lantai kurang optimal.

Berikutnya, terdapat tahapan pokok dalam proses pengecatan epoxy, yaitu priming dan filling. Priming merupakan proses untuk meningkatkan ketahanan lantai, sehingga adhesi pun akan menjadi semakin kuat pada substrat. Tahapan ini merupakan proses primer, karenanya tidak boleh dihilangkan dalam epoxy. Priming pun dilakukan pada permukaan yang tidak rata supaya menjadi halus dan hasilnya maksimal.

Setelah selesai, akan dilanjutkan dengan pengaplikasian lapisan epoxy lantai untuk seluruh bagian. Dalam tahapan ini, takaran dari campuran epoxy harus tepat, tidak boleh terjadi ketidakseimbangan takaran. Besar kecilnya takaran tersebut disesuaikan dengan kondisi lantai. Sebagai contoh, epoxy lantai sekolah tentu berbeda dengan epoxy lantai yang ditujukan untuk lantai parkiran.

Kemudian, cat epoxy akan mulai disapukan setelah lapisannya berhasil disapukan pada lantai. Sebaiknya, tunggu hingga lapisan awal kering terlebih dahulu untuk melakukan tahapan ini. Hal tersebut dimaksudkan agar tidak terjadi tumpang tindih cat yang pada ujungnya membuat hasil kurang bagus. Ketika semua permukaan dan lubang telah tertutup sempurna, maka lapisan akhir akan dituangkan pada lantai.

 

Proses Pengecatan Epoxy Lantai

Terdapat empat langkah pengecatan epoxy, dimulai dari proses grinding hingga top coat. Mulanya, terjadi kegiatan grinding pada lantai. Yang mana proses ini dimaksudkan untuk meratakan permukaan lantai agar adhesi dapat terjadi secara maksimal. Juga sekaligus supaya pori-pori lantai bisa terbuka, sehingga hasil cat bisa merekat kuat pada lantai. Dengan kata lain, cat epoxy yang akan disapukan bisa terserap sempurna apabila proses grinding berjalan dengan baik.

Setelah grinding selesai, akan dilangsungkan proses premier. Dalam proses ini, dilakukan penyusunan pondasi awal untuk epoxy pada lantai beton. Tujuannya, agar cat epoxy bisa terserap meskipun ada lantai beton yang barangkali retak. Dengan begitu, hasil yang akan didapatkan pun akan sejalan dengan yang dikehendaki.

Proses pengecatan epoxy yang ketiga yakni body coat. Dalam istilah lain, body coat juga dikenal dengan pendempulan. Komponen penyusun yang digunakan dalam proses body coat adalah epoxy serta polyamide yang juga diiringi dengan penambahan silica sand atau talk.

Fungsi campuran ini adalah untuk menutup keberadaan lubang kecil dan retakan yang mungkin ada pada beton yang akan dilapisi epoxy. Body coat dikhususkan untuk permukaan yang retak saja, sehingga tidak diaplikasikan untuk seluruh permukaan lantai.

Selanjutnya, proses terakhir adalah top coat. Dalam top coat, epoxy akan dilakukan dengan ketebalan sesuai dengan yang telah dipilih konsumen. Sebelum proses ini terjadi, sebaiknya Anda memastikan terlebih dahulu seberapa besar ketebalan yang dibutuhkan selaras dengan kondisi medan. Proses top coat memakan waktu yang tidak sebentar, mulai dari 8 hingga 16 jam. Media yang digunakan dalam proses ini yaitu roller, semprot, atau kuas.

Tips Dalam Pengecatan Epoxy

Pada bagian sebelumnya, telah diuraikan mengenai tahapan epoxy hingga proses pengecatannya. Untuk mendapatkan hasil terbaik, sebaiknya dilakukan beberapa tips berikut. Pertama, usahakan umur minimal lantai beton yang dikenai epoxy adalah 28 hari, dengan kelembaban hingga 80% RH.

Kedua, saat proses coating, sebaiknya menganjurkan seluruh pekerja yang terlibat untuk tidak merokok. Ketiga, harus dipastikan pula bahwa permukaan lantai yang dituju bersih, sehingga adhesi dapat terjadi dengan baik. Lalu, yang tidak kalah pentingnya, akan lebih baik jika ada jarak waktu selama 2 hari sejak persiapan berupa pembersihan lantai hingga cat epoxy diaplikasikan.

Percayakan Prosesnya Pada Rinjani Epoxy

Rinjani Epoxy hadir untuk menawarkan jasa epoxy terbaik sekaligus termurah di bidangnya. Tahapan epoxy yang dilakukan oleh Rinjani Epoxy sesuai dengan pedoman, sehingga hasil epoxy pun dapat dipastikan seperti yang dipesan. Karenanya, Anda tidak akan kecewa setelah menggunakan jasa epoxy yang ditawarkan oleh Rinjani Epoxy.

Epoxy yang dilakukan oleh Rinjani Epoxy tidak akan pudar. Boleh dikatakan, melalui sekali pengecatan epoxy, dapat bertahan selamanya. Kekuatan dari lantai juga tidak diragukan. Walaupun ditempa oleh berbagai barang yang berbobot, tidak akan rapuh, pecah, atau rusak. Jadi, sangat disayangkan apabila jasa epoxy yang ditawarkan oleh Rinjani Epoxy ini tidak dimanfaatkan, terutama untuk tempat-tempat strategis yang sering dikunjungi orang banyak.

 

Konsultasi & Survey Gratis
Ingin di Survey Gratis Oleh Spesialis Epoxy Kami? Hubungi Kami di Telp / Whatsapp